CONTOH SURAT GUGATAN

Belawan, 10 Juni 2009
Kepada Yang Terhormat,
Ketua Pengadilan Agama Belawan
Di –
BELAWAN
Nomor : 03/Pdt.17/II/2006
Hal : Gugatan Talak, Nafkah dan Hak Hadlonah
Lamp : Surat Kuasa Khusus
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini kami,
NUGROHO.SH
AZRI.SH
UCOK.SH
Kesemuanya ADVOKAT
Berkantor pada KANTOR ADVOKAT MFK di Jl. Jend. Soedirman No.23 Pajak Baru Belawan 00000, Telp. 061 00000000
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 07 Juni 2006 bertindak baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri untuk dan atas nama klien kami,
Nama : Ipank
Umur : 22 Tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Lor. Stasiun Belawan
Selanjutnya di sebut sebagai PENGGUGAT
Dengan ini mengajukan GUGATAN TALAK, NAFKAH dan HAK ADLONAH terhadap istri,
Nama : Siti binti Kumala
Umur : 25 Tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : jl. Medan Gg. Belawan
Selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT.
Adapun Gugatan talak ini kami ajukan dengan mendasarkan pada dalil-dalil sebagai berikut :
  1. Bahwa pada tanggal 29 Januari 2006 telah dilangsungkan perkawinan yang sah antara dengan seorang laki-laki yang bernama Ipank (PENGGUGAT) dengan seorang wanita yang bernama Siti binti Kumala (TERGUGAT)
  2. bahwa perkawinan seperti tersebut dalam point 1 di atas dilaksanakan berdasarkan agama Islam dan menuntut prosedur yang berlaku serta telah didaftarkan di KUA Kecamatan Medan Belawan, sebagaimana yang tercatat dalam Kutipan Akta Nikah Nomor 845/48/IV/2006 tertanggal 29 Januari 2009.
  3. Bahwa perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT dilangsungkan berdasarkan atas kehendak kedua belah pihak dengan tujuan untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang MAha Esa.
  4. Bahwa dalam perkawinan, PENGGUGAT dengan TERGUGAT telah melakukan hubungan suami istri dan telah dikaruniai 1 (satu) orang anak perempuan yaitu : ANDRE PERKASA, laihr pada 05 Mei 2008 di Belawan.
  5. Bahwa diawal perkawinan, atas kesepakatan kedua belah pihak, PENGGUGAT dan TERGUGAT tinggal satu rumah di Jl. Cilandak No.08 Belawan.
  6. Bahwa sejak awal perkawinan PENGGUGAT dan TERGUGAT sebagaimana point 1 diatas, ternyata telah sering terjadi ketidak cocokan dan perselisihan (SIQOQ) antara PENGGUGAT dan TERGUGAT.
  7. Bahwa ketidak cocokan dan perselisihan tersebut oleh beberapa hal diantaranya adalah :
    1. PENGGUGAT dan TERGUGAT terdapat perbedaan dalam pemikiran.
    2. TERGUGAT tidak dapat mengikuti gaya hidup PENGGUGAT yang memang seharusnya diikuti oleh termohon tergugat karena berkaitan dengan aktivitas PENGGUGAT dalam mencari nafkah.
  8. Bahwa PENGGUGAT telah berulang kali memberikan pengertian-pengertian kepada TERGUGAT agar TERGUGAT dapat merubah sikapnya seperti pada point 7 tersebut diatas, baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya dengan menganjurkan agar mengikuti kursus kepribadian, kursus kecantikan atau yang lainnya, agar dapat merubah atau menambah penampilan TERGUGAT, namun saran dan anjuran PENGGUGAT tidak direspon dengan baik oleh TERGUGAT. Hal ini lah yang juga membuat tidak berkenan dihati PENGGUGAT, sehingga menimbulkan perselisihan dengan TERGUGAT.
  9. Bahwa hal-hal sebagaimana yang telah disebut dalam poin-poin diatas telah menyebabkan SIQOQ dalam rumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT secara terus menerus, maka hal tersebut jualah yang telah menyebabkan disharmonisnya rumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT.
  10. Bahwa kondisi SIQOQ secara terus menerus dalam rumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT tersebut juga menyebabkan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT telah pisah ranjang.
  11. Bahwa pisah ranjang tersebut telah dilakukan sejak TERGUGAT dalam kondisi hamil 6 (enam) bulan, yaitu lebih kurang pada bulan Juni 2002 sampai dengan saat ini.
  12. Bahwa sejak terjadinya pisah ranjang antara PENGGUGAT dan TERGUGAT tersebut, sejak itu pulalah keduanya tidak melakukan hubungan suami istri, yang berarti sudah kurang lebih hampir 3 tahun.
  13. Bahwa selama dalam masa pisah ranjang tersebut, PENGGUGAT masih tetap berupaya untuk dapat menyelesaikan kemelut rumah tangganya, akan tetapi sampai gugatan ini dijatuhkan ternyata harmonisasi rumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT tetap tidak dapat dicapai.
  14. Bahwa upaya yang dilakukan PENGGUGAT tersebut ialah dengan tetap memberikan pengertian kepada TERGUGAT, tetap memberikan nafkah lahir kepada TERGUGAT dan anak PENGGUGAT TERGUGAT.
  15. Bahwa dengan demikian nafkah lahir/biaya hidup TERGUGAT dan anak PENGGUGAT TERGUGAT masih tetap dipenuhi PENGGUGAT sampai gugatan ini dimasukkan.
  16. Bahwa dikarenakan anak PENGGUGAT dan TERGUGAT belum mumayyiz, maka PENGGUGAT mengikhlaskan anak tersebut untuk di asuh oleh TERGUGAT, namun PENGGUGAT tetap bertanggung jawab terhadap nafkah/biaya hidup dan sekolah anak PENGGUGAT TERGUGAT sampai sianak dewasa, bahkan sampai nanti menikah anak tersebut, walaupun nantinya rumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT putus karena adanya permohonan talak ini.
  17. Bahwa melihat kondisi rumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT yang jelas-jelas sudah tidak harmonis tersebut maka berdasarkan pasal 1 Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan diebutkan bahwa tujuan perkawinan adalah untuk membentuk rumah tangga yang bahagia lahir dan batin berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sedang dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 3 INPRES Ni. 1 Tahun 1991 bahwa tujuan perkawinan adalah untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawadah dan rahmah. Dengan demikian tujuan tersebut diatas tidak mungkin tercapai dikarenakan perbuatan TERGUGAT, dan oleh karenanya jalan satu-satunya dalam upaya kemaslahatan serta menyelamatkan kehidupan PENGGUGAT dan TERGUGAT adalah mengajukan Permohonan Talak ini.
  18. Bahwa PENGGUGAT juga bersedia memberikan nafkah-nafkah sesuai dengan kemampuan PENGGUGAT yaitu, nafkah iddah sebesar Rp.500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) perbulan, yang berarti keseluruhan nafkah iddah tersebut adalah Rp.500.000 x 3 Bulan yaitu sebesar Rp.1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan nafkah mut’ah sebesar Rp.1.000.000 (Satu Juta Rupiah) kepada TERGUGAT dalam mengajukan permohonan talak ini.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka PENGGUGAT mohon agar Ketua Pengadilan Agama Belawan, berkenan menerima, memeriksa dan mengadili Permohonan Talak ini sekaligus memberi putusan sebagai berikut :
PRIMER :
  1. Menerima dan mengabulkan Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya.
  2. menyatakan secara hukum bahwa perkawinan antara PENGGUGAT dengan TERGUGAT yang telah dilakukan pada tanggal 29 Januari 2006 sebagai mana yang tercatat dalam Akta Nikah Nomor 845/48/IV/2000 tertanggal 29 Januari 2006, KUA Kecamatan Medan Belawan adalah sah.
  3. menyatakan secara hukum bahwa anak yang bernama ANDRE PERKASA adalah anak sah dari hasil perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT.
  4. Mengizinkan PENGGUGAT untuk mengucapkan ikrar talak kepada TERGUGAT didepan sidang Pengadilan Agama Belawan.
  5. menetapkan bahwa TERGUGAT adalah penerima hak hadlanah dari anak PENGGUGAT dan TERGUGAT yang masih belum mumayyiz yang bernama ANDRE PERKASA tersebut.
  6. Menetapkan menurut hukum bahwa PENGGUGAT berkewajiban memberi nafkah hidup kepada anak PENGGUGAT dan TERGUGAT yang bernama ANDRE PERKASA sampai anak tersebut dewasa.
  7. Menetapkan PENGGUGAT untuk membayar nafkah iddah sebesar Rp.1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) kepada TERGUGAT.
  8. Menetapkan PENGGUGAT untuk membayar nafkah mut’ah sebesar Rp.1.000.000 (Satu Juta Rupiah) kepada TERGUGAT.
  9. Menetapkan pembebanan biaya perkara ini menurut hukum.

Subsider :
Mohon putusan seadil-adilnya.
Demikian Gugatan Talak ini kami ajukan atas perhatian dan perkenan Yang terhormat Ketua Pengadilan Agama Belawan kami haturkan banyak terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan pesan

Selamat data di Hanyauntukanda123.blogspot.com, Jangan Lupa untuk beri Komentar Ya. Terima Kasih